RSS

CONTOH PIDATO "MEMPERINGATI KEMERDEKAAN RI"

MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN INDONESIA
Assalamualaikum Wr.Wb
Ibu Kepala SMPN 20 Malang yang terhormat
Bapak dan Ibu yang saya hormati
Serta teman-temanku yang saya sayangi


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas hidayah yang dilimpahakanya sehingga kita dapat berkumpul di hari yang penuh berkah ini.
Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan hari Kemerdekaan Indonesia yang Ke-69 ini. Kita semua dapat melihat bahwa bangsa kita bangsa Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara lain. Kita warga negara Indonesia yang terpelajar harus bisa membanggakan bangsa dengan prestasi-prestasi kita agar bangsa Indonesia bisa maju dan menjadi yang terbaik.
Hadirin sekalian,
Kita tentunya masih mengingat pada Bapak Presiden RI yang pertama yaitu Bapak Ir.Soekarno, di masa jabatannya terjadi beberapa peristiwa dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dengan dimulainya perbedaan pendapat antara golongan muda dan golongan tua yang pada saat itu memikirkan waktu untuk segera memproklamasikan Indonesia. Dengan semangat yang tinggi, golongan muda membawa Presiden Ir.Soekarno dan wakilnya Moh. Hatta menuju tempat persembunyian yang yang ada di Rengasdengklok. Sehingga peristiwa tersebut dijuluki Peristiwa Rengasdengklok. Peristiwa tersebut bertujuan agar pada saat itu Presiden Ir.Soekarno dan Wakil Presiden Moh.Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Hingga akhirnya pada tangga 17 Agustus 1945 tepatnya pukul 10.00 WIB. Indonesia dapat diproklamasikan oleh Presiden Ir.Soekarno dan wakilnya Moh.Hatta yang akhirnya dijuluki sebagai Bapak Proklamator.
Hadirin semuanya,
Atas nama bangsa Indonesia, telah diproklamasikan kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan Muhammad Hatta. Walaupun kemerdekaan sudah dimiliki, ternyata belanda masih ingin menjajah kembali, yang kemudian menimbulkan konflik.
Kemerdekaan yang telah dimiliki bangsa Indonesia dipertahankan melalui berbagai cara. Perjuangan dilaksanakan dengan baik melalui peperangan maupun diplomasi.
Di berbagai daerah terjadi pertempuran menentang kembalinya Belanda menjajah kita. Selain perjuangan bersenjata, bangsa kita juga melakukan perundingan dengan Belanda.
Hadirin sekalian,
Pada zaman penjajahan, bangsa kita di bawah kuasa para penjajah. Para pahlawan berjuang melawan penjajah untuk kemerdekaan bangsa, oleh sebab itu kita harus melawan kebodohan, narkoba, pornografi, dan sejenisnya yang dapat merusak moral generasi muda dan dapat membahayakan kemajuan pendidikan.
Bagaimana caranya supaya kebodohan bisa hilang dari bangsa Indonesia ini?
Tentu saja bukan hanya kita namun pemerintah juga harus campur tangan supaya hasilnya maksimal. Dengan cara apa?
  1. Pemerintah sudah menyelenggarakan wajib belajar 12 tahun.
  2. Pemerintah mendirikan sekolah-sekolah dari TK (Taman Kanak-Kanak) sampai perguruan tinggi.
  3. Pemerintah telah memberikan bantuan sekolah dalam bentuk beasiswa untuk para siswa yang kurang mampu hingga yang berprestasi.
Teman-teman sekalian,
Kita semua harus menghargai jasa-jasa para pahlawan. Bukan hanya berziarah dan upara memperingati hari besar nasional saja. Tapi bisa dengan cara :
  1. Kita sebagai pelajar harus belajar dengan giat.
  2. Bisa menggunakn waktu denagn baik untuk menambah pengetahuan.
  3. Meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Memerangi narkoba, pornografi, dan lain sebagainya yang dapat merusak moral kita.
Ayo kita bersama-sama memerangi dan melawan kebodohan semoga para generasi muda dapat meneruskan perjuangan para pahlawan dengan ilmu yang berguna bagi Bangsa dan Negara. Ayo kita buktikan bahwa generasi muda Negara Indonesia adalah generasi muda yang cerdas, tangkas, dan berbudi pekerti yang luhur.
Hadirin yang saya hormati,
Sekian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila yang saya sampaikan kurang berkenan di hati para hadirin. Terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

By : Melani Shania H

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar